KOMPAS.com - Tongseng mungkin makanan yang umum dijumpai di beberapa daerah di Nusantara. Namun, ada sebuah rumah makan di pinggir Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, yang menyajikan tongseng berbeda. Ada campuran ayam, kambing, dan udang di dalamnya.
Memang, agak susah mencari rumah makan penjual tongseng ayam ala Lahat ini. Sebab, meski berlokasi di Simpang Mangkurat, Pagar Agung, Lahat, yang dilalui Jalan Lintas Sumatera, rumah makan tersebut terhalang oleh rumah dan toko.
Namun, beranikan saja bertanya kepada warga Pagar Agung. Dengan ramah, mereka pasti akan menunjukkannya.
Saat berkunjung, akhir pekan lalu, rumah makan tanpa nama itu tampak sederhana. Luasnya sekitar 3 x 5 meter sehingga hanya sanggup menampung 20 pembeli. Meja dan kursinya terbuat dari kayu. Dindingnya dicat putih polos.
Melihat tamu yang datang, Nur Hasanah (22), pelayan, segera menawarkan pilihan menu. ”Selamat siang, mau makan apa? Tongseng ayam atau kambing?” tanya Nur.
Berbeda dengan tongseng di tanah Jawa yang harus dimasak dulu, tongseng di Lahat ini sudah siap saji. Nur hanya tinggal menakar daging, kuah, dan irisan kubis di dalam mangkuk.
Udang goreng
Yang membuat tongseng Lahat spesial adalah tambahan udang seukuran korek api yang digoreng kering. Udang dari Sungai Lematang itu disajikan dalam piring terpisah. ”Takut ada pembeli yang alergi udang, jadi kami pisahkan. Tapi, kalau dicampur juga bisa,” lanjut Nur.
Saat dimakan dengan sepiring nasi hangat, tongseng Lahat memang terasa unik. Kuah yang berwarna kuning, terbuat dari kaldu daging ayam atau kambing dicampur santan dan aneka bumbu serta rempah, begitu gurih dan legit. Sensasi rasa masih ditambah tekstur lembut daging yang empuk dan juga kerenyahan udang goreng.
Ipul (40), pembeli, menyebut rasa tongseng Lahat itu seperti pasar. Ramai. ”Kadang ada suara ’kriuk’ yang terdengar saat makan,” ungkapnya.
Tak hanya warga Lahat yang menggilai menu khas rumah makan yang berdiri tahun 2000 ini. Sejumlah orang penting juga kerap singgah untuk makan siang di sana. Rini (25), pelayan lain, menyebut nama bupati, anggota DPRD, dan kepala dinas di Lahat yang sudah menjadi pelanggan tetap.
Satu porsi tongseng, nasi, dan es teh dijual Rp 15.000. Jika ditambah udang goreng, pembeli merogoh kocek lagi Rp 6.000.
Setiap hari, Rini bisa menjual 100 porsi tongseng ayam, kambing, dan udang goreng. Untuk itu, dibutuhkan tiga kilogram daging ayam dan kambing serta satu kilogram udang sungai.
Menikmati tongseng bisa jadi pilihan setelah puas mengelilingi Lahat yang indah. Silakan mencoba. (Yoga Putra)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang